Laporan
Perjalanan
SELAYAR
TRIP FEB 04
SURGA DI UJUNG SELATAN SULAWESI
By
Kaufik Anril H. (ALB-III-007)

Perpaduan indah antara biru laut, hijau pepohonan,
dan putihnya awan di Pulau Selayar
"Rugi
ya kalau jadi Orang Indonesia namun tidak bisa menyelam",
begitulah komentar salah seorang peserta Diving Selayar selepas
menyelam di Pulau indah ini. Pendapat ini tidaklah terlalu berlebihan
karena kita memang tinggal di sebuah negara kepulauan yang terindah
didunia. Pulau Selayar adalah sebuah pulau yang lebarnya hanyalah
beberapa kilometer namun memiliki panjang dari utara ke selatan
mencapai kurang lebih 70 kilometeran. Ujung utara pulau ini berjarak
kurang lebih 30 kilometeran dari Tanjung Bira Pulau Sulawesi.
Untuk
menjawab rasa penasaran mengenai indahnya Pulau Selayar, pada
tanggal 20 Febuary 2004, dua orang anggota Maranatha Diving Club
Kaufik Anril dan Gunadi Gunawan bergabung dengan tim selam dari
Kapal Selam Diving Club (KSDC) Bali. Trip kali ini agak berbeda
dengan biasanya, karena kami memilih liveaboard yang berarti segala
aktifitas kehidupan kami dilakukan sepenuhnya di sebuah Kapal
Pesiar milik sebuah perusahaan selam Marlin Dive Makassar.

CISCA
nama kapal tempat kami tinggal dan menyelam selama 5 hari
Kapal 'Cisca' sebetulnya
tidaklah terlalu mewah untuk disebut sebagai kapal pesiar, namun
segala perlengkapan yang ada di kapal ini cukup membuat kami nyaman
dalam trip kami. Cisca memiliki 2 cabin (Full AC) masing-masing
dengan 6 tempat tidur model susun. Kapal ini juga memiliki ruang
makan, dapur dan dua Toilet. Untuk keperluan air untuk mandi,
kapal ini memiliki alat destilasi air laut menjadi air tawar.
Ditengah air laut yang tenang, kapal ini cukup stabil tanpa mengganggu
kegiatan kami didalamnya.
Siapapun pasti akan berfikir
mengenai kehidupan monoton didalam sebuah kapal sederhana selama
berhari-hari. Namun dugaan tersebut meleset berkat, Keindahan
alam Pulau Selayar yang menakjubkan, hidangan makanan yang lezat
dan bervariasi, serta seluruh peserta tour yang ramah.

Peserta
Tour Selayar (Minus Kaufik & Timothy)
Peserta dari Kapal Selam
Diving Club terdiri dari Erwin (PADI Instructor), Dorothea Nelson
(PADI Instructor), Rizal (Salesman Handal), Tom (Bankir), Om Tjokro
(Bankir), Mulyadi, Lilie, David (PADI Instructor), Dyna (Pengusaha
Perkebunan), dan Timothy (Veteran US NAVY). Crew Cisca terdiri
dari Kapten Kapal, Dive Guide Jerome (Perancis) dan Pipit (Makassar)
beserta ABK.
Hari pertama trip menyelam
dimulai dari Pulau Kambing, sekilas pulau ini hanya sebuah gugusan
batu dengan pepohonan yang mirip dengan Pulau Tepekong yang terkenal
dengan arus kencangnya di Bali. Ternyata dugaan tersebut tidak
meleset, arus di kawasan ini cukup kencang dengan kombinasi down-current
dan upcurrent. Untuk pemandangan bawah air cukup baik, hiu terlihat
pada kedalaman 30-40 meter. Namun derasnya arus saat itu mendorong
kami kearah laut biru menjauh dari Pulau kambing. Saat surfacing
seluruh grup terpecah-pecah dan terperangkap ombak yang lumayan
tinggi.

Gunadi terperangkap ombak tinggi sesaat setelah
menyelam di Pulau Kambing
Stress pada diving pertama
di Pulau Kambing ternyata terobati dengan indahnya night diving
di Pulau Pasinate. Berbagai macam crab / kepiting dan lobster
terlihat pada night dive malam itu. Malam hari kapal berlayar
kebagian selatan Pulau Selayar, sambil berlayar kami semua menikmati
indahnya malam hari dengan menikmati cahaya bintang yang terlihat
bersih diangkasa. Beberapa orang menyelenggarakan acara 'minum'
tequila bersama dipimpin oleh Pak Tom.
Pagi hari ke-dua sesaat setelah
bangun tidur, kami ditakjubkan oleh pemandangan alam yang begitu
fastastis di Tanjung Tempo Pulau Selayar bagian Selatan. Perpaduan
hijaunya pegunungan, putihnya pasir pantai, serta biru laut, menjadikan
mata kita tak ingin melepas pandang darinya. Sessat kemudian kami
melakukan persiapan menyelam di kawasan tersbeut.
Visibility saat itu diperkirakan
mencapai 40 meter dengan pemandangan WALL / tembok dasar laut
membentuk jurang yang entah berakhir pada kedalaman berapa. Clown
Triger Fish, Puffer Fish, Sea Fan menghiasi dasar laut.

Gunadi di Tanjung Tempo (SELAYAR)
Malam hari kami melakukan
penyelaman masih dikawasan ini, ternyata uniknya night diving
berlaku disini. Mahluk penghuni dasar laut pun seperti berganti
shift, banyak ikan-ikan tidur di malam hari, sebaliknya mahluk
malam pun tampak pada penyelaman malam.

Parrot
Fish berlindung dibalik coral untuk menikmati istirahat malamnya
Hari ketiga kami menyelam
di kawasan Tanjung Harbaka dan Tampu. Di kawasan ini kami merasa
visibility sangat baik di hari itu mencapai 45-50 meter dengan
wall yang indah dan kadang membentuk celah menjorok ke arah daratan.
Saat ini adalah kali pertama bagi Gunadi untuk melihat Hiu (White
Tip) dan Napoleon Wrasse. Pada penyelaman ini pula Gunadi mencatat
rekor penyelaman terdalam mencapai 45 meter. Pada dive kedua hari
ini, kami pun menyaksikan school of Barracuda berenang mengelilingi
kami.

School of Barracuda in Tanjung Tampu (SELAYAR)
Hari ke-empat merupakan hari
terakhir kami menyelam karena keesokannya kami harus terbang kembali
ke daerah asal kami masing-masing. Dive pertama dimulai dari kawasan
Tanjung Lasa Pulau Selayar. Di daerah ini kami menikmati indahnya
coral yang tumbuh asri di kawasan Pulau Selayar. Siang hari dilanjutkan
dengan menyelam di Light House Pulau Pasinete. Dive terakhir hari
itu dilakukan di Tanjung Bira dengan kedalaman mencapai 35 meter
untuk melihat ikan-ikan besar.

Clown Fish

Giant
Squid

Crystal
clear water in Selayar

Bira
harbour
Akhir kata, menyelam di Pulau
Selayar sungguh fantastic, tidaklah kalah dengan bunaken yang
saat ini sudah ramai akan peselam. Kami semua sangat puas atas
trip ini. Terima Kasih untuk Kapal Selam Diving Club dan Marlin
Dive.
Informasi
lain mengenai trip ini:
www.kapalselam.org
www.marlindive.com
Photo
By: Kaufik A.
Equipment:
Sea & Sea Motor Marine II 35mm Lens
Handmade Macro Lens
Strobe YS-60
All photograph here are belong
to Maranatha Diving Club