Laporan
Perjalanan
SEPA
Training Trip 17-20 Febuari 2005
By
Lin Indriyani (MDCC)
Peserta
:
1. Kaufik Anril - Instructor.
2. Irwan Bocor - Assistant
3. Lin (MDCC) - OW + AOW Student
4. Emil - OW + AOW Student
5. Taufik - OW + AOW Student
6. Wilda"Agil" - OW + AOW Student
7. Handi - OW + AOW Student
8. Andre - OW + AOW Student
9. Army (MDCC) - AOW Student (JKT)

ki
- ka: Emil - Andreas - Handy - Kaufik - Armi - Lin - Wilda - Irwan
- Taufik
Kamis,
17 Februari 2005 :
Pagi hari kita berkumpul di Jaring Net pk. 10.00 pagi. Setelah
barang-barang & para peserta terkumpul (Emil, Handi, Andre,
Taufik, Irwan"Bocor", Wilda"Agil", dan Kaufik,
kecuali Lin yang akan menyusul ke Jakarta), berangkatlah kita
menggunakan 2 mobil keren milik Kaufik & Andre ke Jakarta
via Puncak. Sesampainya di Puncak, kita makan siang bersama di
restoran chinese food "Amen". Setelah menempuh perjalanan
4 jam lamanya, tibalah kita di Jakarta, langsung menuju Divemasters
sebelum "check in" ke Quality Apartemen. Malam harinya.....Emil,
Handi, Irwan"Bocor", dan
Wilda"Agil" menjemput Lin yang baru datang dari Bandung
di stasiun Gambir. Sebelum kembali ke Quality Apartment untuk
beristirahat, kita berkumpul bersama Kaufik, Taufik, & Andre
di "La Forsa" pool, Kuningan.

Agel sedang mencari NEMO
Jumat, 18 Februari 2005 :
Keesokkan harinya kita bangun jam 07.00 pagi dan berangkatlah
ke dermaga Marina Ancol dengan hati berdebar-debar (kecuali Kaufik
& Irwan"Bocor" tentunya) :)Setelah membereskan dive
gear ke perahu Sepa 2, kita langsung berangkat ke P.Sepa. Perjalanan
dari Marina Ancor ke P.Sepa memakan waktu sekitar 2 jam. Sesampainya
di P.Sepa kita langsung menyimpan tas dan barang-barang di kamar
masing-masing, setelah itu kita semua langsung berganti baju untuk
melakukan skin dive yang bertujuan untuk lebih mengenal lingkungan
sekitar kita. Pada dive yang pertama visibility : 7M+, depth :
11M, bottom time : 00.38.Skill yang kita praktekkan yaitu meliputi
cramp removal, tired diver tow, snorkel/regulator exchange. Dikarenakan
masih kurangnya pengalaman dari kita semua akan bouyancy, sering
kali kita bertubrukkan satu sama lainnya, sampai-sampai bottom
composition yang tadinya rapi menjadi berantakkan akibat fin dari
kita sehingga menyebabkan air menj! adi keruh dan sulit untuk
melihat satu sama lainnya. Selesai dengan dive yang pertama kita
semua langsung makan siang dan beristirahat untuk mempersiapkan
dive yang kedua nanti. Dive dua dimulai jam 15.00, lokasi dive
yang kedua kami lakukan di dermaga 1, di sini visibilitynya masih
sama dengan dive yang pertama yaitu 7M+, dengan kedalaman mencapai
8M, dan bottom time 00.38. Saat memasukki dasar laut secara tidak
kami sadari ternyata bottom composition yang ada tepat di bawah
kaki kami adalah serangkaian bulu babi, untung saja sang assistant
kita "Bocor Raider" menyelamatkan kita semua dari ancaman
tersebut. Setelah berlutut di dasar dengan manisnya, kita semua
mempraktekkan skill selanjutnya yaitu CESA dan Remove/replace
scuba at surface.Malam harinya setelah mandi dan makan malam,
kita bersama-sama mengisi log book setelah itu tepat jam 10 malam
kita semua kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Sabtu, 19 Februari 2005
Hari
ini merupakan hari kedua kami di pulau Sepa. Pagi ini cerah, padahal
pada malam harinya hujan deras mengguyur pulau Sepa, walaupun
hanya beberapa orang yang sadar karena hujan turun ketika kami
sedang beristirahat. Seperti yang telah direncanakan sebelumnya,
setelah sarapan kami melakukan dive 3 Open Water. Dive kembali
dilakukan dari dermaga 1 pulau Sepa. Di dalam laut kami diharuskan
melakukan beberapa skil Open Water sebelum melihat-lihat pemandangan
bawah laut pulau Sepa. Berbeda dengan dive kemarin, hari ini kami
menyusuri karang ke arah dermaga 2 pulau Sepa. Hari ini pulau
Sepa mulai ramai dengan pengunjung yang menghabiskan weekend di
sini. Kira- kira jam 11.30, kami berangkat menggunakan perahu
untuk melakukan dive 4 Open Water kami. Kali ini tujuan dive kami
dilakukan di daerah kuburan China, klo nggak salah sih deket-
deket Guangzhou!!! ( itu katanya Taufik) padahal sih masih di
daerah pulau seribu juga. Seperti dive sebelumnya kami juga harus
melakukan beberapa skill terakhir di dalam laut, ini merupakan
boat dive pertama kami. Starting point kami merupakan daerah karang
yang dangkal, sehingga kami harus menyusuri karang terlebih dahulu
sebelum kami menemukan tempat untuk mempraktekkan skill terakhir
Open Water Dive. Namun sial bagi Emil dan Taufik yang harus terpaksa
menunda kelulusan mereka karena kehabisan udara. Setelah dive
ini semua lulus Open Water kecuali Emil dan Taufik yang masih
mengutang skill Open Water.
Kami
makan siang bersama dengan rasa bingung karena salah satu anggota
kami (berinisial Ag) mulai menunjukkan gejala- gejala abnormal
dengan menu makan siang yang aneh. Sebagai informasi, teman kami
mencampur pepaya, ikan, selai nanas pada satu menu, yang ditambah
dengan saos sambel yang dicampur gula Jawa. Setelah makan siang
kami kembali berangkat menggunakan perahu menuju pulau Bira. Pada
dive ini kami melakukan under water naturalist adventure dive.

Shooting Sinetron "Cintaku diatas jembatan"
Pemandanga
di sini cukup bagus, komposisi karang pas, tidak terlalu penuh
ataupun longgar. Pada intinya pemandangan di sini lebih bagus
dari pemandangan-pemandangan dive sebelumnya. Seperti biasa buddy
boros kembali harus naik terlebih dahulu dengan panduan asistant
“Bocor Raider”. Setelah dive ini kami kembali ke pulau
Sepa untuk beristirahat sebelum melakukan night dive pada malam
harinya.Persiapan night dive dilakukan tepat pada saat matahari
terbenam, kami sibuk mempersiapkan senter selam kami agar bekerja
dengan baik pada saat night dive. Pada saat gelap, kami mulai
melakukan night dive dari dermaga 2 pula! u Sepa. Pada saat di
bawah Emil, Handi, Andre, Taufik, dan Agel sempat mengalami kebingungan
karena kami tidak dapat menemukan Kaufik untuk beberapa saat.
Namun pada akhirnya kami kembali menemukan rombongan. Night dive
merupakan pengalaman yang sangat menarik bagi kami semua, di sini
kami dapat melihat beberapa hewan laut yang tidak pernah kami
temukan pada siang hari. Salah satunya ikan buntel, ikan ini dapat
membesarkan tubuhnya sebesar bola basket ketika dipegang oleh
Kaufik, kami semua sangat terkejut melihat pemandangan yang langka
tersebut. Setelah dive ini kami langsung makan malam yang dilanjutkan
dengan pengisian logbook. Setelah itu kami kembali beristirahat
untuk besok harinya.

Nyantai sebelum Night Diving
Minggu,
20 Februari 2005
Hari ini merupakan hari terakhir kami di pulau Sepa. Hari ini
direncanakan deep dive, wreck dive dan terakhir adalah underwater
navigation. Pagi hari setelah sarapan kami kembali menggunakan
perahu menuju daerah Papatheo, di sini terdapat wreck ship yang
berupa sebuah kapal kargo. Pada deep dive, kami semua diuji konsentrasi
pada kedalaman 25m, yang bertujuan untuk menghindari nitrogen
narkosis. Untuk itu sebelum masuk ke laut dilakukan tes awal untuk
dibandingkan konsentrasi masing- masing pada saat di atas permukaan
dan di dalam laut. Wreck diving merupakan pengalaman yang menyenangkan,
kesanya keren bisa ngeliat bangkai kapal yang sudah ditumbuhi
karang- karang(Hehehe…). Pada awalnya kami kesulitan menemui
wreck shipnya karena kesalahan informasi dari boatman ! Namun
pada akhirnya kami menemukan wreck tersebut, seperti biasa buddy
boros naik terlebih dahulu. Setelah beristirahat kira- kira satu
jam, kami melakukan dive terakhir kami pada trip ini. Pada dive
ini akan di uji underwater navigation dengan membuat bujursangkar
di dasar laut. Untuk ini kami melakukan simulasi terlebih dahulu
di dermaga. Setelah kami melakukan skil tersebut kami dibebaskan
untuk melihat- lihat terumbu karang pulau sepa. Pada dive ini
pandangan cukup baik,visibilitynya mencapai 8m+. Setelah dive
ini kami langsung makan siang, yang dilanjutkan dengan berkemas
karena pada siang hari kami harus check out.Sesampainya di marina
kami langsung loading barang untuk kembali menuju Bandung. Dalam
perjala! nan kami memilih rute melalui Puncak. Namun sial bagi
kami karena di daerah Cipatat banyak titik longsor yang membuat
traffic jam dari dua arah. Kami terpaksa menunggu hingga 10 jam.
Akhirnya kami tiba di Bandung jam 02.30 pagi. Demikian diving
trip kami, kami sangat senang pada pengalaman pertama kami menyelam,
setelah ini kami mempunyai alasan lain untuk menolak wasting money
karena lebih baik nabung untuk diving lagi.
Von jetzt bin ich Taucher, ich will immer tauchen mögen.
Yang artinya.... ???? tanya saja sama penulis ! ok ?
Foto-foto
kontribusi dari Irwan Bocor (a.k.a Tangkal Kalapa)